KLATEN – Tim KKN Reguler Universitas Diponegoro (Undip) menggelar Program Kerja Multidisplin 2 berupa permainan edukasi lingkungan untuk siswa-siswi Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pandanan pada Kamis (6/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di lingkungan SDN Pandanan, Desa Pandanan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman murid mengenai hak dan kewajiban dalam menjaga kebersihan serta kelestarian lingkungan.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa menghadirkan media pembelajaran interaktif berbasis board game yang dinamai ECOPOLY. Permainan papan ini mengadaptasi konsep simulasi edukatif agar materi terkait pengetahuan sampah dan limbah dapat diterima secara lebih mudah oleh para peserta didik.
Rangkaian kegiatan ini melibatkan siswa-siswi kelas VI SDN Pandanan yang mengikuti setiap tahapan permainan dari awal hingga akhir. Pelaksanaan program tersebut menjadi bentuk kontribusi mahasiswa KKN Undip dalam mendukung edukasi kesadaran lingkungan sejak dini di wilayah Desa Pandanan.
Keberhasilan program ini tidak lepas dari pengawalan empat Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Tim KKN Undip, yaitu Fatmawati Mustofa, S.Pt., M.Sc., Pramesti Megayana, S.P., M.Sc., Hega Bintang Pratama Putra, S.T.P., M.Sc., dan Dr. Putut Suharso, S.Sos., M.A. Sejak tahap pemetaan potensi desa hingga eksekusi di lapangan, jajaran DPL intensif memberikan arahan agar intervensi edukasi yang dirancang mahasiswa tepat sasaran dan berdaya guna bagi warga lokal
Penetapan siswa SD sebagai sasaran utama didasari oleh urgensi penanaman karakter peduli lingkungan sejak dini. Lewat program ini, mahasiswa membekali para murid pemahaman mendasar mengenai hak mereka atas lingkungan yang bersih dan sehat, sekaligus tanggung jawab dalam menjaga kelestariannya. Edukasi juga diarahkan pada pengenalan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) agar membiasakan memilah sampah terbentuk dalam keseharian mereka.
Guna menjembatani teori yang cenderung abstrak bagi anak-anak, tim KKN mengemas materi ke dalam media board game. Metode permainan papan simulatif ini dipilih karena memadukan unsur visual, sehingga konsep pengelolaan limbah dan pemilahan sampah dapat diserap secara efektif, dan interaktif oleh para siswa kelas VI.
Kegiatan diawali dengan pengondisian kelas oleh tim KKN Undip guna menciptakan suasana belajar yang kondusif. Setelah kelas siap, para siswa kelas VI SDN Pandanan dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil untuk memulai permainan.
Permainan ECOPOLY dimainkan di atas papan permainan berbasis empat jenis kartu utama: Informasi, Soal, Reward, dan Punishment. Secara bergiliran, siswa melempar dadu dan menjalankan pion sesuai petak yang dihinggapi. Di petak soal dan materi, siswa menguji pengetahuan seputar pemilahan sampah organik, anorganik, B3, hingga prinsip 3R. Sementara itu, petak reward dan punishment memberikan poin bonus atau hukuman langkah berdasarkan penerapan perilaku ramah lingkungan.
Para siswa berpartisipasi aktif menjawab tantangan kuis di bawah panduan mahasiswa. Penentuan pemenang dilakukan melalui pencatatan di lembar skor, di mana kelompok yang berhasil mengumpulkan poin terbanyak keluar sebagai pemenang permainan.
Sebagai bentuk keberlanjutan, tim KKN Undip menyerahkan unit board game ECOPOLY kepada pihak SDN Pandanan. Penyerahan media edukasi ini ditujukan agar dapat dimanfaatkan kembali oleh pihak sekolah sebagai sarana pembelajaran interaktif mengenai pengelolaan sampah dan lingkungan di masa mendatang.
Rangkaian kegiatan resmi diakhiri dengan sesi penutupan dan foto bersama antara tim KKN Undip dengan para siswa kelas VI SDN Pandanan. Seluruh rangkaian acara berjalan lancar dan tertib sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan.