BANTUL — Sebanyak 25 anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) OASIS mengikuti pelatihan bertajuk “Optimalisasi Reproduksi Ayam Lokal melalui Penerapan Manajemen Perkawinan dan Penetasan untuk Meningkatkan Pendapatan Peternak Rakyat” pada Jumat, 15 Agustus 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat OASIS yang digagas dosen Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP) Universitas Diponegoro.

Pelatihan menghadirkan Fatmawati Mustofa, S.Pt., M.Sc., dosen Departemen Peternakan FPP UNDIP yang menekuni bidang genetika reproduksi ternak, sebagai pemateri tunggal. Materi yang disampaikan mencakup dua hal pokok: pengaturan manajemen perkawinan ayam lokal dan teknik penetasan telur menggunakan mesin tetas.

Rasio Pejantan dan Seleksi Induk Jadi Kunci

Dalam paparannya, Fatmawati menjelaskan bahwa banyak peternak rakyat belum mengoptimalkan potensi reproduksi ayam lokal karena perkawinan dibiarkan berlangsung secara alami tanpa pengaturan. Padahal, pengaturan rasio pejantan dan induk, seleksi bibit, serta pencatatan sederhana dapat meningkatkan fertilitas telur secara signifikan.

“Telur yang tidak fertil tidak akan menetas berapa pun bagusnya mesin tetas yang digunakan. Karena itu manajemen perkawinan harus dibenahi lebih dulu, baru kemudian bicara soal penetasan,” ujarnya di hadapan peserta.

Praktik Langsung Penetasan Telur

Sesi berikutnya diisi praktik langsung penggunaan mesin tetas, mulai dari seleksi telur tetas, pengaturan suhu dan kelembapan, pemutaran telur, hingga peneropongan (candling) untuk memastikan perkembangan embrio. Mesin tetas yang digunakan merupakan fasilitas yang diperoleh kelompok melalui program hibah BIMA.

Hasil pelatihan menunjukkan capaian yang menggembirakan. Seluruh peserta mampu mengoperasikan mesin tetas hingga berhasil menetaskan telur, sekaligus memahami penerapan manajemen perkawinan pada ayam lokal di kandang masing-masing.

Membuka Peluang Penjualan DOC

Keberhasilan menetaskan telur secara mandiri membuka peluang usaha baru bagi KWT OASIS, yaitu penjualan anak ayam umur sehari atau day old chick (DOC). Produk ini memiliki nilai jual yang lebih tinggi dibanding menjual telur konsumsi, sehingga diharapkan mampu menambah pendapatan anggota kelompok.

Program BERDAYA OASIS sendiri dirancang secara bertahap dan tidak berhenti pada aspek peternakan. Sebelumnya kelompok telah mengikuti pelatihan pengemasan telur, dan agenda berikutnya diarahkan pada penanganan pascapanen serta diversifikasi pangan.

Ketua KWT OASIS menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang diberikan. Menurutnya, pelatihan semacam ini sangat dibutuhkan karena anggota kelompok selama ini beternak secara turun-temurun tanpa dasar teknis yang memadai.

Melalui rangkaian kegiatan ini, tim pengabdian FPP UNDIP berharap KWT OASIS dapat berkembang menjadi kelompok mandiri yang mampu memproduksi bibit ayam lokal berkualitas sekaligus menjadi percontohan bagi kelompok tani lain di sekitarnya. (*)

 

Visited 2 times, 1 visit(s) today

Leave A Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *