Klaten – Upaya membangun budaya pengelolaan sampah yang berkelanjutan dapat dimulai dari langkah sederhana, yaitu memilah sampah sejak dari sumbernya. Berangkat dari semangat tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (UNDIP) memberikan bantuan berupa penyediaan fasilitas tempat sampah terpilah organik dan anorganik tempat sampah di Balai Desa Sekaran, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, pada Kamis (6/8/2026).

Program ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penyediaan sarana pendukung dalam membangun kebiasaan masyarakat untuk memilah sampah sejak dari rumah. Pemilahan sampah merupakan langkah awal yang menentukan keberhasilan pengelolaan sampah. Penyerahan fasilitas dilakukan secara simbolis kepada Kepala Desa Sekaran serta didukung oleh Ketua RW sebagai bentuk sinergi antara mahasiswa KKN dan pemerintah desa dalam mewujudkan lingkungan yang lebih bersih dan tertata. Kolaborasi tersebut menjadi langkah awal dalam mendorong partisipasi aktif masyarakat untuk menerapkan kebiasaan memilah sampah secara berkelanjutan.
Program ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan), Tujuan 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), dan Tujuan 13 (Penanganan Perubahan Iklim).

Mahasiswa mengajak anak-anak membangun kebiasaan memilah sampah melalui simulasi langsung dan pemberian positive reinforcement berupa apresiasi atas perilaku positif. Pendekatan tersebut dirancang agar kebiasaan memilah sampah tidak hanya dipahami sebagai materi pembelajaran, tetapi dapat tertanam sebagai perilaku yang terus diterapkan, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah. Semangat tersebut kemudian diperkuat melalui program Pemberdayaan Anak melalui Pelatihan Pemanfaatan Botol atau Kaleng Bekas Menjadi Tempat Pensil di SD Negeri 01 Sekaran oleh Tasma Snada Magaba. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa, 28 Juli 2026. Kegiatan ini mengajak siswa memanfaatkan botol plastik dan kaleng bekas menjadi tempat pensil yang kreatif dan bernilai guna. Sebelum praktik dimulai, mahasiswa mengedukasi mengenai konsep Reduce, Reuse, Recycle (3R) melalui penyampaian materi yang interaktif, kemudian mendampingi siswa selama proses pembuatan hingga menghasilkan karya masing-masing.
Melalui pengalaman belajar yang menyenangkan, siswa tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga memahami bahwa sampah anorganik masih memiliki nilai guna apabila dikelola secara kreatif. Untuk memperkuat pesan tersebut, mahasiswa turut memasang poster edukasi pengelolaan sampah di lingkungan sekolah sebagai media pembelajaran yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Sebagai pelengkap rangkaian program multidisiplin, mahasiswa KKN juga melaksanakan Sosialisasi Keamanan Kelistrikan di Lingkungan Sekitar Tempat Sampah Terpilah dan Rumah Tangga kepada warga Desa Sekaran yang dilaksanakan oleh Lanang Priyambada.
Pelaksanaan edukasi dilangsungkan pada Sabtu, 18 Juli 2026, bertepatan dengan forum pertemuan warga tingkat RW. Edukasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya penggunaan instalasi listrik yang aman, khususnya di area fasilitas publik seperti pos ronda yang menjadi lokasi penempatan tempat sampah terpilah. “Diskusi ini membuka wawasan kami bahwa kebiasaan menumpuk steker pada satu stop kontak di pos ronda, terutama di area yang lembab, memiliki risiko tinggi,” ujar salah satu perwakilan warga Desa Sekaran saat menanggapi materi tersebut. Warga diajak mengenali potensi bahaya akibat penggunaan stop kontak berlebih, instalasi listrik yang tidak sesuai standar, serta pentingnya sistem grounding untuk mencegah korsleting maupun sengatan listrik. Sebagai tindak lanjut, mahasiswa memasang poster mengenai edukasi bahaya listrik yang kemudian akan ditempel pada public space. Perubahan besar selalu berawal dari langkah sederhana. Mulai dari memilah sampah di rumah, menyusun sistem pengelolaan yang lebih tertata, mengedukasi masyarakat, hingga menanamkan kepedulian lingkungan kepada anak-anak, seluruh rangkaian program ini menjadi bukti bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Melalui program ini, mahasiswa KKN UNDIP berharap budaya peduli lingkungan terus tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Desa Sekaran.