KLATEN — Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) melaksanakan program kerja multidisiplin bertajuk “Pengolahan Limbah Rumah Tangga melalui Biopori dan Lilin Aromaterapi” di Desa Pandanan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran sekaligus keterampilan masyarakat dalam mengelola limbah rumah tangga melalui pemanfaatan sampah organik dan minyak jelantah menjadi produk yang bermanfaat serta bernilai ekonomi.

Program ini dilaksanakan di bawah pendampingan empat Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), yaitu Fatmawati Mustofa, S.Pt., M.Sc.; Pramesti Megayana, S.P., M.Sc.; Hega Bintang Pratama Putra, S.T.P., M.Sc.; dan Dr. Putut Suharso, S.Sos., M.A. Sepanjang persiapan para DPL secara berkala mengarahkan mahasiswa agar program pengelolaan limbah ini dirancang secara aplikatif, mudah diadopsi oleh warga, serta memberikan dampak lingkungan dan ekonomi yang berkelanjutan bagi Desa Pandanan.
Sebelum sosialisasi utama digelar, tim KKN lebih dulu melakukan pemasangan lubang resapan biopori di sejumlah rumah warga yang menjadi perwakilan dari setiap RW di Desa Pandanan. Pada saat pemasangan berlangsung, tim juga memberikan sosialisasi singkat kepada pemilik rumah mengenai fungsi biopori, cara pengisiannya menggunakan sampah organik, serta manfaatnya dalam meningkatkan daya resap air dan menghasilkan kompos alami.

Setelah tahap pemasangan biopori rampung, tim KKN melanjutkan dengan kegiatan sosialisasi dan praktik yang digelar pada 9 Agustus 2026. Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh materi mengenai jenis-jenis limbah rumah tangga, dampak pembuangan limbah yang tidak tepat terhadap lingkungan, serta pentingnya pengelolaan limbah secara benar. Tim KKN kemudian memperkenalkan konsep lubang resapan biopori sebagai solusi sederhana untuk mengolah sampah organik, sekaligus memaparkan potensi pemanfaatan minyak jelantah menjadi produk yang lebih bernilai.
Kegiatan tidak berhenti pada penyampaian materi. Peserta turut diajak mempraktikkan langsung pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah. Tim KKN mendemonstrasikan setiap tahapan pembuatan, mulai dari penyaringan minyak jelantah, pencampuran bahan, hingga proses pencetakan lilin. Selama praktik berlangsung, peserta juga diberikan penjelasan mengenai penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) agar proses pengolahan dapat dilakukan dengan aman di lingkungan rumah tangga. Antusiasme masyarakat terlihat dari keaktifan peserta dalam mengikuti setiap tahapan praktik, mengajukan pertanyaan, serta berdiskusi mengenai peluang pemanfaatan minyak jelantah sebagai produk bernilai ekonomi.
Sebagai upaya mendukung keberlanjutan program, Tim KKN Universitas Diponegoro menyerahkan modul “Pengolahan Limbah Rumah Tangga melalui Biopori dan Lilin Aromaterapi” kepada Pemerintah Desa Pandanan. Modul tersebut memuat panduan praktis mengenai pembuatan dan pemeliharaan biopori, pengolahan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi, penerapan K3, hingga analisis sederhana mengenai potensi ekonomi dari hasil pengolahan limbah.
Program ini juga sejalan dengan sejumlah target Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Pengelolaan sampah organik melalui biopori dan pengolahan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi mendukung SDG 11 tentang kota dan permukiman yang berkelanjutan, sekaligus SDG 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab melalui prinsip daur ulang limbah rumah tangga. Peningkatan daya resap air dari biopori turut berkontribusi pada SDG 6 mengenai air bersih dan sanitasi layak, sementara pengurangan limbah cair rumah tangga yang mencemari lingkungan mendukung SDG 13 tentang penanganan perubahan iklim. Selain itu, keterampilan mengolah minyak jelantah menjadi produk bernilai jual membuka peluang usaha rumahan yang relevan dengan SDG 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi. Kolaborasi antara mahasiswa, DPL, warga, dan Pemerintah Desa Pandanan dalam mewujudkan program yang berkelanjutan ini juga mencerminkan semangat SDG 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan pembangunan.
Melalui rangkaian kegiatan ini, Tim KKN Universitas Diponegoro berharap masyarakat Desa Pandanan dapat menerapkan pengelolaan limbah rumah tangga secara mandiri dan berkelanjutan. Kehadiran biopori di setiap wilayah diharapkan mampu menjadi contoh bagi warga lainnya untuk mulai mengolah sampah organik dari rumah, sementara keterampilan mengolah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi diharapkan dapat membuka peluang usaha yang bernilai ekonomi. Dengan demikian, program ini tidak hanya berkontribusi dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, tetapi juga mendorong terwujudnya masyarakat yang lebih mandiri, produktif, dan peduli terhadap pengelolaan limbah.